Teknik bertanam padi unggul
Secara garis besar Cara menanam padi unggul adalah sebagai berikut
1, Pengolahan lahan
2. Penyediaan bibit padi
3. Penanaman Padi
4. Pemupukan
5, Pengairan
6. Penyiangan pemeliharaan
7. Pengolahan panen
8, pengolahan hasil
I, Pengolahan lahan (sawah)
Untuk pengolahan lahan dilakukan pada mawal musim hujan, kira kira bulan Oktober - Nopember. tuntuk tanah tadah hujan. Kecuali didaerah dengan air yang sedia setiap waktu (irigasi atau ada sumber air) ini dapat dikerjakan kapan saja.
Untuk mengerjakan pengolahan tanah dapat dilakukan dengan tenaga hewan kerbau atau dengan mesin pengolah tanah (traktor) dan bisa juga dengan tenaga manusia (dicangkul)
Tujuan pengolahan tanah adalah untuk selain membuang rumput rumput duga untuk membalikan tanah supaya gembur.
Pengerjaan pengolahan baik dengan tenaga hewan kerbau atau pun dengan tenaga mesin traktor terbagi dalam beberapa tahap.
1. Tahap membalik tanah. gunanya untuk selain membalikan tanah juga untuk menggemburkan tanah dan memamatikan rumput gulma atau pun sisa tanaman padi.
2. Tahap ini menggunakan alat 'Garu', semacam sisir besar untuk memecah tanah supaya lebi kecil dan rata.
3. Tahap ini menggunakan Papan Panjang untuk menghaluskan dan meratakan tanah. Dan dibantu dengan bantuan tenaga manusia dengan menggunakan alat ('sorongan').
Sesudah pengolahan tanah selesai selanjutnya tanah direndam air selama beberapa hari sambil menunggu bibit tumbuh tinggi atau umur bibit minimal 14 hari sesudah di sebar di pembibitan.
II. Penyediaan bibit padi.
Bibit padi sebelum ditebar ke lahan pembibitan direndam dulu selama 3 hari 2 malam (untuk bibit unggul cukup sehari semalam) supaya berkecambah selajutnya di angkat terus ditimbul 2 malam sampai keluar akar kecambah.
Sediakan lahan bibit padi dengan beberapa garitan tanah selebar 1 sampai 1,5 m yang sudah diolah terlebih dahulu.
Umur bibit padi bisa dipindah dari pembibitan ke lahan sawah memerlukan waktu antara 2 minggu sampai satu bulan itupun tergantung lahan (rekomendasi dari balai pertanian adalah14 hari). Lahan yang airnya banyak atau lahan rendah maka bibit padi harus yang sudah tinggi atau umur 25 hari sesudah bibit disebar ke pembibitan.
3. Penanaman padi.
Sebelum bibit dari persemaian dipindah maka lahan sawah harus keadaan air macak macak atau airnya di di kurangi.
Jarak tanam padi yang biasa di pakai adalah ukuran jarak 27 cm dengan menggunakan alat " Caplakan" supaya jaraknya sama.
Pencabutan bibit padi dan penanaman dikerjakan oleh beberapa pekerja wanita (tandur:sunda).
Selesai ditanami lahan sawah harus segera di rendam air sampai macak macak.
Sekian dulu ............
Secara garis besar Cara menanam padi unggul adalah sebagai berikut
1, Pengolahan lahan
2. Penyediaan bibit padi
3. Penanaman Padi
4. Pemupukan
5, Pengairan
6. Penyiangan pemeliharaan
7. Pengolahan panen
8, pengolahan hasil
I, Pengolahan lahan (sawah)
Untuk pengolahan lahan dilakukan pada mawal musim hujan, kira kira bulan Oktober - Nopember. tuntuk tanah tadah hujan. Kecuali didaerah dengan air yang sedia setiap waktu (irigasi atau ada sumber air) ini dapat dikerjakan kapan saja.
Untuk mengerjakan pengolahan tanah dapat dilakukan dengan tenaga hewan kerbau atau dengan mesin pengolah tanah (traktor) dan bisa juga dengan tenaga manusia (dicangkul)
Tujuan pengolahan tanah adalah untuk selain membuang rumput rumput duga untuk membalikan tanah supaya gembur.
Pengerjaan pengolahan baik dengan tenaga hewan kerbau atau pun dengan tenaga mesin traktor terbagi dalam beberapa tahap.
1. Tahap membalik tanah. gunanya untuk selain membalikan tanah juga untuk menggemburkan tanah dan memamatikan rumput gulma atau pun sisa tanaman padi.
2. Tahap ini menggunakan alat 'Garu', semacam sisir besar untuk memecah tanah supaya lebi kecil dan rata.
3. Tahap ini menggunakan Papan Panjang untuk menghaluskan dan meratakan tanah. Dan dibantu dengan bantuan tenaga manusia dengan menggunakan alat ('sorongan').
Sesudah pengolahan tanah selesai selanjutnya tanah direndam air selama beberapa hari sambil menunggu bibit tumbuh tinggi atau umur bibit minimal 14 hari sesudah di sebar di pembibitan.
II. Penyediaan bibit padi.
Bibit padi sebelum ditebar ke lahan pembibitan direndam dulu selama 3 hari 2 malam (untuk bibit unggul cukup sehari semalam) supaya berkecambah selajutnya di angkat terus ditimbul 2 malam sampai keluar akar kecambah.
Sediakan lahan bibit padi dengan beberapa garitan tanah selebar 1 sampai 1,5 m yang sudah diolah terlebih dahulu.
Umur bibit padi bisa dipindah dari pembibitan ke lahan sawah memerlukan waktu antara 2 minggu sampai satu bulan itupun tergantung lahan (rekomendasi dari balai pertanian adalah14 hari). Lahan yang airnya banyak atau lahan rendah maka bibit padi harus yang sudah tinggi atau umur 25 hari sesudah bibit disebar ke pembibitan.
3. Penanaman padi.
Sebelum bibit dari persemaian dipindah maka lahan sawah harus keadaan air macak macak atau airnya di di kurangi.
Jarak tanam padi yang biasa di pakai adalah ukuran jarak 27 cm dengan menggunakan alat " Caplakan" supaya jaraknya sama.
Pencabutan bibit padi dan penanaman dikerjakan oleh beberapa pekerja wanita (tandur:sunda).
Selesai ditanami lahan sawah harus segera di rendam air sampai macak macak.
Sekian dulu ............
Komentar
Posting Komentar